Friday, October 23, 2009

INDONESIA HARUS MALU.....

http://www.detikfinance.com/read/2009/10/23/120303/1227089/4/den-usulkan-pembangkit-3x100-mw-atasi-krisis-listrik-di-riau

Setelah membaca artikel dari detik.com diatas,,, saya sungguh malu dengan apa yang telah terjadi... semoga pemerintahan baru yang sudah mulai resmi bekerja terutama yg bertanggung jawab mengenai masalah energi dapat berkaca, sadar dan mengerti dengan apa yg terjadi.

RIAU dan KALTIM adalah lumbung energi berupa MINYAK, GAS dan BATUBARA. tapi apa yang terjadi LISTRIK merupakan barang yg langka disini... JEPANG dan SINGAPURA yg mengimpor energi dari kita semakin maju dan terang-benderang.

Semoga program listrik 10000 MW yang dicanangkan Pak JK tetap dijalankan...
ini demi rakyat dan ini sudah termaktub dalan UUD negara kita,,,

Klo dalam era 2009 - 2014, hal ini tidak terselesaikan, kita tahu kualitas PEMIMPIN negeri ini  dan untuk rakyat jangan terlalu sentimentil, pilihlah wakil2 dan pemimpin2 yang benar-benar peduli kepada rakyat. Kita tidak perlu lagi pencitraan, yang kita perlu adalah kerja keras...
Kita tidak perlu Keris...yang kita perlu adalah Pisau dapur... Keris: hanya simbol pemanis, tapi Pisau Dapur adalah simbol pekerja keras.

Friday, October 2, 2009

Today is BATIK day

Well Services Team Total E&P Indonesie fully support BATIK as Prestigeous Indonesian Heritage.


Thursday, October 1, 2009

Analisa Amatir #02: MEDCO --> Buy Confirmed

Hari ini Resistance terdekat di 3025 di tembus dengan volume yg cukup signifikan.
Saya sudah ambil posisi, menunggu TP1 di Rp. 4100 dan TP2 Rp. 6000












Perusahaan ini betul-betul cocok untuk investasi jangka panjang. Kabar terakhir yang saya baca dari http://www.etrading.co.id/. MEDC bekerja sama dengan LG International Corp menandatangani kontak Hutan Tanaman Industri senilai Rp. 15 triliun di Merauke Papua.


"Posting diatas bukanlah suatu rekomendasi beli atau jual, saya tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang disebabkannya"

Sumatra Barat: Gempa Lagi!!!

Belum hilang rasa sedih akibat gempa di Jawa Barat, Hari ini kita di kejutkan dengan gempa di Sumatra Barat. Kota Padang dimana saya dilahirkan luluh lantak oleh gempa sebesar 7.6 SR.

Turut berbelawa sungkawa kepada semua korban, semoga mereka diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

Kepada semua masyarakat, marilah kita membantu apa saja yang bisa diberikan, sekecil apapun itu sengguh berarti bagi mereka semua disana.

Semoga semua cobaan-cobaan yg mendera bangsa, membuat bangsa ini semakin bersatu dan semakin kuat.

-Garuda Selalu di Dadaku-

Tuesday, September 29, 2009

MEDC: My Stock Watch List

Analisa Amatir #01: MEDCO ENERGY INTERNATIONAL 


Beberapa hari ini, MEDC menjadi salah satu saham dalam watch list saya. saya menunggu saat-saat yg tepat untuk mengambil posisi. dari analisis teknikal secara sederhana berdasarkan gambar di bawah terlihat bahwa hitorical chart MEDC membentuk Ascending Triangle, garis Support terdekat berada di 2725 dan garis Resistance  terdekat berada di 3025.












Apabila dalam beberapa hari kedepan Resistance terdekat di 3025 di tembus dengan volume yg cukup signifikan, maka saat itu saya akan mengambil posisi dengan TP jangka menengah di 4100 dan support terdekat akan menjadi point Stop Loss saya apabila nanti kedepan pergerakan harga tidak sesuai harapan.


Target 4100 saya ambil berdasarkan tinggi dari Ascending Triangle (1075) di tambah dengan Resistance terdekat (3025).

Berdasarkan informasi yg saya baca dari beberapa milis, berita dan website, secara fundamental saham ini sangat cocok untuk jangka panjang. MEDC saat ini telah memegang beberapa kontrak yang tidak saja di dalam negeri bahkan telah merambah keluar negri (Amerika, TimTeng dan Afrika) bahkan telah berencana menambah usahanya di bidang pertambangan Batubara. Selain itu dengan mulai membaiknya keadaan ekonomi dunia dan kemungkinan besar akan diikuti dengan meningkatnya permintaan akan energi, maka saya yakin TP di 4100 akan dapat tercapai.


"Posting di atas bukanlah suatu rekomendasi beli atau jual, saya tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang disebabkannya"